Ulama Jatim Akan Fatwakan (Haram) Facebook

Mulanya berita ini saya dapatkan dari seorang teman saya yang memantau Radio Suara Surabaya, saya sempat tidak percaya sampai akhirnya saya putuskan untuk googling dengan keyword “fatwa ulama faceboock”. Ya ampun ternyata emang bener tidak percaya ? silahkan kunjungi Ulama Jatim Akan Fatwakan FaceBook. Salah satu alasannya:

“Para tokoh muslim atau Imam di Indonesia berpandangan sebaiknya ada fatwa atau batasan aturan dalam jejaring sosial maya, di mana dalam pandangan mereka pergaulan terbuka mampu mengundang birahi atau hasrat yang di dalam ajaran Islam diharamkan,” ujar juru bicara Pondok Pesantren Lirboyo, Jawa Timur Nabil Haroen seperti dilansir Associated Press, Jumat (22/5/2009).

Wedew….. saya sampai terbengong-bengong membacanya, saya sendiri seorang muslim (insya allah muslim baik-baik) terkadang tidak bisa memahami keputusan-keputusan para ulama yang sering tidak masuk di logika saya. Seperti beberapa bulan yang lalu MUI Jatim membuat fatwa mencuri listrik haram hukumnya. Mungkin sekilas fatwa itu tidak ada yang aneh.. tapi buat saya yang namanya mencuri itu haram jadi tidak perlu dibuat fatwa lagi mencuri ini dan mencuri itu haram hukumnya. Ntar malah terkesan mencuri yang “lain” tidak haram. Hehehe….

Okay back to topic tentang Social Networking (jejaring sosial) macam facebook dang friendster kiranya kurang tepat hanya dengan alasan tersebut difatwakan haram. Bagi saya pribadi dan juga kawan-kawan banyak yang memanfaatkan ajang ini untuk kegiatan positip. Beberapa orang malah sukses membangun bisnisnya berawal dari social networking semacam ini.

Yang justru saya soroti adalah apakah ini pertanda ulama gagal menangkap peluang untuk berdakwah lewat social networking ? bukankah itu memungkinkan ? Ustadz & Ulama banyak yang memanfaatkan teknologi informasi untuk melakukan dakwah seperti SMS, Televisi dan Internet.

Kedengarannya klasik, easy to say but difficult to do: membangun akhlak yang baik akan menjadi antibodi yang paling bagus dibandingkan dengan menghindarkan menjauhkan penyakit pada tubuh. Seperti itulah saya kira pembinaan mental manusia.

Saya rasa banyak persoalan lain yang harus diselesaikan :) capeek dech….


Datang dari search engine dengan keyword:

Leave a Reply