Aku dan Secangkir Teh
Aku dan teh rasanya sulit dipisahkan, ke manapun hampir setiap saat aku selalu memesan teh ketika singgah ke rumah makan atau restoran. “Han minum apa ?”, spontan aku pasti bilang “teh”
Wah mungkin karena aku begitu cinta dengan perkebunan teh, berada di tengah-tengah kebun teh benar-benar menimbulkan kebahagiaan.
Seperti malam kemaren, istriku seperti biasa membuatkanku secangkir teh. Entah kenapa itu adalah teh yang sangat-sangat luar biasa. Rasa tehnya, komposisi gulanya, panas airnya begitu passsss… Perasaan bahagia yang meluap-luap begitu terasa ketika memasuki kerongkongan…
Ah dasar penggila teh, aku bersyukur kepada Tuhan yang telah melimpahkan segala kenikmatan pada diriku
Tulisan ini aku dedikasikan untuk secangkir teh yang selalu kunikmati di pagi dan petang.

June 21st, 2009 04:10
teh apa suasana hatinya bos yang membuat semua terasa pas?
June 21st, 2009 11:45
Weh sak kabeh e dith, piye kontrak an e wis diisi ?