Well done much better than well plan..
Yesssss….. tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Pekerjaan yang diselesaikan dengan baik jauh lebih baik daripada pekerjaan yang direncanakan dengan baik.
Yesssss….. tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Pekerjaan yang diselesaikan dengan baik jauh lebih baik daripada pekerjaan yang direncanakan dengan baik.
Saya kadang merasa iri mengapa teman saya sukses mengerjakan satu hal yang sama seperti yang sedang saya kerjakan, sedangkan saya tidak sukses. Iri di sini bukan iri negatif melainkan positif, dengan tujuan menganalisa penyebab kegagalan, bukan tidak senang terhadap kesuksesan orang lain.
Banyak di antara kita kemudian berusaha meniru bagaimana cara orang tersebut sukses bahkan tidak sungkan-sungkan menjadi plagiator. Tetapi apa yang terjadi tetap saja kita tidak kurang sukses seperti tokoh yang kita contoh. Terus apanya yang salah ?
Ada dua macam klasifikasi tipe pelanggan pada umumnya yaitu pelanggan yang baik dan pelanggan yang tidak baik tapi yang paling menarik di bahas di sini adalah pelanggan yang baik. Tapi justru pelanggan yang baik inilah yang membahayakan bagi bisnis anda.
Ambil sebuah contoh kasus misalnya, anda memiliki sebuah toko. Situasi di toko anda, pelayan sibuk berbicara ngobrol kesana kemari dengan pelayan lainnya. Pelayan anda tidak ramah, mungkin judes melayani pertanyaan saya sebagai customer.
Saya adalah tipe pelanggan yang baik saya tidak akan komplain kepada anda meskipun pelayan anda judes kepada saya. Saya tidak akan protes jika pelayan anda tidak melayani saya dengan baik. Pun saya tidak akan mengingatkan anda apabila suasana toko anda tidak nyaman. Kenapa ? karena saya adalah pelanggan yang baik TAPI, saya tidak akan pernah datang lagi ke toko anda dan saya tidak akan pernah mereferensikan toko anda kepada teman-teman saya.
Berita buruknya adalah sebagian besar masyarakat Indonesia adalah pelanggan yang
baik merka tidak pernah protes, meskipun nantinya mereka ngedumel di belakang anda. Kalau boleh jujur tentu anda akan lebih takut kepada pelanggan yang baik daripada pelanggan yang tidak baik. Karena dari pelanggan yang tidak baik, pelangan yang sering protes, pelanggan yang sering marah-marah kepada anda itulah anda bisa mengoreksi apakah bisnis anda sudah berjalan dengan lancar, nyaman dan disenangi oleh pelanggan atau tidak.
Bukankah begitu ??
terinspirasi oleh Bpk. Tanadi Santoso